Ad Unit (Iklan) BIG

Materi Kurikulum Merdeka PAI Kelas 7 Bab 6 Alam Semesta Sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT.

Posting Komentar

Berikut ini Materi Kurikulum Merdeka PAI Kelas 7 Bab 6 Alam Semesta Sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT. Sesuai dengan Buku Terbitan Kemdikbudristek Tahun 2022.

Pada tahun 2022 penerapan kurikulum merdeka mulai diterapkan pada satuan pendidikan yang mengikuti program Sekolah Penggerak dan Sekolah yang melaksanakan secara mandiri.

Kurikulum merdeka bertujuan memberikan pembaharuan guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang telah dilaksanakan dari kurikulum sebelumnya. Misalnya seperti Materi PAI Kelas 7 Bab 6 Alam Semesta Sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT. ini.

Kurikulum merdeka belajar memberikan kemerdekaan pada sekolah untuk merancang proses serta materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual perubahan dalam kurikulum merdeka ini dengan aspek yang berubah dari kurikulum sebelumnya. Contoh Materi Kurikulum Merdeka PAI Kelas 7 Bab 6 Alam Semesta Sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT. berikut ini sudah Kami Siapkan.

Materi PAI Kurikulum Merdeka ini disusun berdasarkan struktur Kurikulum merdeka sesuai jenjang SMP/MTs Kelas 7 Bab 6

Materi PAI Kelas 7 Bab 6 Kurikulum Merdeka

Q.S. al-Anbiya ayat 30 dan Kandungannya

Untuk memulai materi, mari kita baca Q.S. al-Anbiyā’/21: 30 berikut ini:

Q.S. al-Anbiya ayat 30

Yang artinya:

“Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.” (Q.S. al-Anbiyā’/21: 30)

 

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang musyrik Mekah tidak memperhatikan alam ini.

Peristiwa di dalamnya pun tidak pernah mereka perhatikan.

Padahal, peristiwa di alam semesta ini memberikan bukti bahwa Allah Swt. itu ada, begitu pula penciptaan, pengaturan, dan kekuasaan-Nya.

Ayat ini menjelaskan pula bahwa langit dan bumi pada awalnya bersatu kemudian Allah Swt. memisahkan keduanya.

Teori sains menjelaskan bahwa persitiwa ini diungkap dalam teori Big Bang.

Kemudian ayat ini juga menjelaskan bahwa air sangat berperan penting dalam kehidupan.

Air memang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan.

Tubuh makhluk hidup sebagian besarnya terdiri atas air karena hampir 70% tubuh manusia adalah air.

Akhir ayat Q.S. al-Anbiyā’/21: 30 ini mengingatkan manusia, apakah manusia tetap tidak beriman meskipun Allah Swt. itu Maha Kuasa?

 

Q.S. al-A’raf ayat 54 dan Kandungannya

Selanjutnya, mari kita baca Q.S. al-A’rāf/7: 54 berikut ini:

Q.S. al-A’raf ayat 54

Yang artinya:

“Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam.” (Q.S. al-A’rāf/7: 54)

 

Pada awal ayat, dijelaskan bahwa Allah Swt menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa).

Dia adalah Penguasa, Pemilik, dan Pengatur.

Hanya Allah Swt yang berhak disembah.

Manusia hanya meminta pertolongan kepada-Nya.

Yang disebut pada ayat ini adalah langit dan bumi.

Namun maksudnya bukan hanya kedunya melainkan semua yang ada pada semesta ini.

Bumi adalah semua alam yang ada di bawah, sementara langit adalah semua alam yang ada di atas, seperti pada firman-Nya pula di Q.S. al- Furqān/25: 59.

Pernyataan enam masa penciptaan langit dan bumi terdiri atas penciptaan keduanya setelah terbentuknya langit.

Enam masa ini meliputi awal proses penciptaan alam.

Dentuman besar diciptakan oleh Allah Swt. dengan sangat dahsyat yang disebut Big-Bang.

Materi yang semula termuat di dalamnya (bongkahan yang menyatu) berhamburan memecah dengan kecepatan yang amat sangat tinggi.

Hasil pecahan tersebut menyebar dan mengembang ke segala penjuru.

Alam terbentuk akibat pecahan-pecahan tersebut.

Begitu pula, ia yang mewarnai permukaan bumi dan langit dengan mengisi ruang-ruang kosong yang dapat ditempati.

Bumi dan isi langit seluruhnya adalah satu kesatuan.

Keduanya, begitu juga matahari, bulan, bintang, planet, galaksi, dan sebagainya terbentuk dari “asap” yang sama.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa benda-benda ini berasal dari “asap” yang sama ini, kemudian mereka terpisah satu sama lain.

 

Pesan Nabi Muhammad saw. tentang Menguasai Ilmu Pengetahuan

Banyak pesan dan ajaran Nabi Muhammad saw. yang berhubungan dengan dorongan mencintai dan menguasai ilmu.

Bahkan beliau berpesan bahwa menuntut ilmu itu suatu keharusan sebagaimana dalam hadis berikut ini:

hadis menuntut ilmu

Yang artinya:

Dari Anas bin Mālik r.a, Nabi Muhammad saw. bersabda “menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim (H.R. Ibnu Majah)

 

Selanjutnya Beliau juga menjelaskan tentang keutaman dari menuntut ilmu dalam hadis berikut ini:

keutamaan menuntut ilmu

Yang artinya:

Dari Abu̅ Hurairah r.a., dari Nabi saw. beliau bersabda, ‘Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah Swt akan memudahkan baginya jalan ke surga” (H.R. Muslim)

 

Nabi Muhammad Saw. pun melarang kita untuk menjadi orang yang tidak berilmu, sesuai dengan hadis berikut ini:

hadis jangan menjadi orang bodoh

Yang artinya:

Dari Abu Bakrah r.a. dari Nabi saw. beliau bersabda, ‘Jadilah kamu orang yang pandai, atau orang yang belajar, atau orang yang mendengarkan, atau orang yang senang (cinta), janganlah kamu menjadi orang yang kelima, maka kamu akan celaka”. (H.R. al-Baihaqi)

 

Nilai-Nilai yang Dapat Dipetik pada Penciptaan dan Pengaturan Alam Semesta

Beberapa nilai nilai yang dapat dipetik pada penciptaan dan pengaturan alam semesta adalah:

  • Kecerdasan intelektual yang diberikan oleh-Nya mengantarkan manusia untuk berfikir dan mengembangkan ilmu pengetahuan
  • Aspek spiritual mengantarkan pada keyakinan kepada Allah Swt. yang menciptakan segala sesuatu dengan teratur.
  • Menguatkan keyakinan bahwa Al-Qur’an memiliki kemukjizatan dalam dasar-dasar teori sains tentang alam semesta.
  • Dorongan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
  • dan sebagainya

 

Menerapkan Hukum Bacaan Gunnah

Hukum bacaan gunnah adalah apabila terdapat huruf nun bertasydid atau mim bertasydid maka dibaca gunnah yang sempurna.

Cara membacanya adalah dibaca dengung dengan panjang 2 harakat.

Setiap membaca nun atau mim yang bertasydid, cara membacanya dengan mendengungkan nun atau mim bertasydid itu.

Demikianlah Materi Mata Pelajaran PAI Kelas 7 Jenjang SMP/MTs khususnya pada Bab 6 tentang Alam Semesta Sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT., semoga materi ini dapat membantu para siswa yang akan menggunakannya sebagai bahan belajar dan berlatih.

Materi Sekolah Lengkap


Materi Kelas 4


Materi Kurikulum Merdeka Kelas 7


Materi Kurikulum Merdeka Kelas 10


CP


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter

Iklan